HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE
HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE
Berikut adalah alasan, kenapa umet Islam tidak boleh merayakan Hari Valentine :
PERTAMA : Merayakan Hari Valentine Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir.
Tradisi Hari Valentine bukan berasal dari Islam, namun lebih mendekati sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dari Roma Kuno. Maka seharusnya Kaum Muslimin menyadari bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan Islam sama sekali dan ikut merayakannya berarti menyerupai kebiasaan orang-orang kafir.
INGAT-lah !!! Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).
KEDUA : 'Hari Kasih Sayang' Menjadi 'Hari Semangat Berzina'. Terjerumus Dalam Ikhtilath (campur baur pria dan wanita), Khalwat (berdua-duaan pria dan wanita) Dan Zina.
Perayaan Valentine's Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi.
KETIGA : Melakukan Pemborosan Yang Meniru Perbuatan Syetan.
Menjelang Hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak uang yang dihambur-hamburkan ketika itu.
Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala.
KEEMPAT : Menyia-nyiakan Waktu Yang Begitu Berharga.
Merayakan Hari Valentine termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, yang artinya : "Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya" (HR. Tirmidzi)
= UMAT MUSLIM HARUS BANGGA DENGAN AGAMANYA =
Hendaknya setiap Muslim merasa bangga dengan agamanya (ISLAM), tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi kaum Muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya, aamiin.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya : "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat" (QS. Al-Fatihah : 6-7)
Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang Mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela ???
Mengekornya kaum Muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya : "Kamu TIDAK akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya" (QS. Al-Mujadilah : 22)
#nafilhasanroebaydi #pikSRIKANDI
Komentar
Posting Komentar